Selasa, 12 Desember 2017

LATIHAN TOAFL test of arabic as a foreign language

A Metode Pembelajaran Istima atau yang sering di sebut dengan Listening
Ø  Konsep menyimak
Ø  Menyimak
Keterampilan menyimak merupakan bagian dari keterampilan berbahasa yang sangat  edealistis, sebab keterampilan menyimak merupakan dasar untuk menguasai bahasa bahasa yang jarang sekali di dengar . Mendengarkan atau menyimak merupakan proses menangkap pesan atau gagasan yang disajikan melalui ujaran. Mendengarkan adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, dengan membaca, berbicara, dan menulis. Keterampilan Mendengarkan merupakan dasar keterampilan berbicara yang baik. Apabila kemampuan seseorang dalam mendengarkan kurang, dapat dipastikan dia tidak dapat mengungkapkan topik yang didengar dengan baik.
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang lisan-lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan”. (Tarigan: 1983)
Berdasarkan pendapat  ahli di atas dapat disimpulkan bahwa menyimak adalah mendengarkan lambang-lambang bunyi yang dilakukan dengan sengaja dan penuh perhatian disertai pemahaman, apresiasi, interpretasi, reaksi, dan evaluasi untuk memperoleh pesan, informasi, menangkap isi, dan merespon makna yang terkandung di dalamnya.
Sebagai salah satu keterampilan reseptif, keterampilan menyimak menjadi unsur yang harus lebih dahulu di kuasai oleh pelajar. Memang secara alamiah manusia memahami bahasa orang lain lewat pendengaran, maka dalam pandangan konsep tersebut, keterampilan berbahasa asing yang harus didahulukan adalah menyimak, sedangkan membaca adalah kemampuan memahami yang berkembang pada tahap selanjutnya.

1  Mengetahui bunyi pelafalan bahasa arab dan dapat membedakannya
2 Mengetahui perbedaan harkat yang panjang dan yang pendek
3 Membedakan antara huruf-huruf yang berdekatan atau berangkap ,tasdid, dan tanwin dalam pengucapannya.
4 memperhatikan grammer pembaca
5 Mendengarkan kalimat dan mengerti kesalahan dalam jalannya alur muhadasah pada umumnya.
6 Menemukan beberapa ibarat dan kosa kata tertentu yang belum pernah di dengar
7 Memahami penggunaan shigat kalam yang digunakan dalam susunan kalimat
8 mengetahui dan memahami pengunaan mu’anas ,mudzakar ,bilangan,  waktu
9 Menemukan macam perkataan pekerjaan dalam wacana secara tepat dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar.
10  Mengambil segala manfaat dari setiap aspek pada penghunaan sehari-hari dalam bahasa arab, dan dapat menerjemahkan dari beberapa psikologi seseorang.

Untuk di Indonesia materi menyimak bahasa arab  bisa disajikan dalam empat bagian sebagai berikut
Ø   Bunyi harkat pendek dan harkat panjang
                             علم – عالم ، ضرب – ضورب
Ø  Bunyi huruf-huruf yang sepintas mirip
                             س- ص ، ح- هـ ، أ-ع                   
Ø  Bunyi huruf yang bertasydid
                                         هذّب -  يهذّب، استقـرّ- يستقـرّ
Ø  Bunyi huruf bertanwin
هذا كتابٌ جديدٌ
1.        Menyimak Ekstensif
Menyimak ekstensif memiliki beberapa tipe sebagi berikut:
1 Menyimak sekunder
Menyimak sekunder adalah kegiatan menyimak yang dilakukan ketika kita sedang mendengar suatu berita yang dianggap penting
4 Menyimak sosial
Menyimak sosial adalah kegiatan menyimak yang menekankan pada faktor-faktor sosial dan tingkatan dalam masyarakat
3 Menyimak estetika
Menyimak estetika adalah  menyimak apresiatif untuk menikmati dan menghayati suatu bahan simakan, biasanya berhubungan dengan bahan simakan sastra
4 Menyimak pasif
Menyimak pasif adalah kegiatan menyimak yang mendengarkan suatu bahasan tanpa upaya sadar. Misalnya orang yang menyimak dan mendengarkan pembicaraan dalam bahasa asing, sehingga lama-lama  akan paham dan dapat menggunakan bahasa tersebut. Jenis kegiatan menyimak  ekstensif yang berkaitan dengan hal-hal umum dan bebas terhadap suatu bahasa tanpa bimbingan guru. (Tarigan 1994:35 )                    

2.Menyimak Intensif
Ada beberapa jenis kegiatan menyimak intensif, diantaranya adalah:
1 Menyimak kritis
Menyimak kritis adalah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan sungguh sungguh untuk memberikan penilaian secara obyektif. Caranya adalah dengan
 a) mengamati ketepatan ujaran pembicara,
 b) mencari jawaban atas pertanyaan mengapa menyimak,
 c) dapatkah penyimak membedakan antara fakta dan opini menyimak,
 d) dapatkah mengambil kesimpulan dari hasil menyimak,
e) dapatkah penyimak menafsirkan  ungkapan, atau majas dalam bahan simakan.
2 Menyimak konsentratif
Menyimak konsentratif adalah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk memperoleh pemahaman yang baik terhadap informasi yang diperdengarkan. Tujuannya adalah:
 a) mengikuti petunjuk-petunjuk;
 b) mencari hubungan antar unsur;
 c) mencari hubungan kuantitas dan kualitas dalam sutau komponen;
 d) mencari butir-butir informasi penting;
 e) mencari urutan penyajian bahan simakan;
 f) mencari gagasan utama bahan simakan.
3 Menyimak Eksploratif
Menyimak eksploratif adalah kegiatan menyimak untuk mencari informasiinfromasi baru, tujuannya adalah:
 a) menemukan gagasan baru;
 b) menemukan informasi baru;
 c) menemukan topik baru;
 d) menemukan unsur-unsur bahasa yang bersifat baru
4 Menyimak Introgatif
Menyimak yang bertujuan memperoleh informasi dengan mengajukan pertanyaan yang diarahkan pada pemerolehan informasi Menyimak Kreatif Menyimak kreatif adalah menyimak yang bertujuan mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas pembelajar.

Pembelajaran menyimak ada dua macam, yaitu: pertama, menyimak untuk keperluan pengulangan. Menyimak dalam model ini menuntut mahasiswa untuk menyimak teks kemudian mengulang dari apa yang didengarnya. Kedua, menyimak untuk keperluan memahami teks dengan baik, dapat membedakan mana ide pokok dan mana ide tambahan, dapat memahami alur cerita dalam teks dan sebagainya. Strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran menyimak adalah sebagai berikut:
1. Ta’lim Muta’awin
Strategi ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk saling berbagi hasil belajar dari materi yang sama dengan cara berbeda dengan membandingkan catatan hasil belajar.
2. Talkhis Magza
Metode ini dapat menguji kemampuan menyimak mahasiswa terhadap isi cerita. Jawaban mahasiswa terhadap pertanyaan (apa, bagaimana, mengapa, kapan, dimana) yang kemudian disintesiskan ke dalam suatu kalimat singkat, padat, dan jelas sehingga dapat menumbuhkan proses berfikir kreatif kritis terhadap topik yang diberikan.
3. Istima’ Mutabadil
Metode ini dapat mengiringi mahasiswa untuk tetap konsentrasi dan terfokus pada materi perkuliahan yang sedang disampaikan. Ia berguna untuk membentuk kelompok-kelompok yang bertanggung jawab pada tugas yang terkait dengan materi.
4. Istima’ al-Aghani
Metode ini membantu mahasiswa untuk selalu tanggap dengan cermat, dan tepat dalam memahami dan memaknai syair dan dinyanyikan.
5. Istima’ al-Ma’lumat au al-Akhbar
Pada metode ini, konsentrasi mahasiswa akan terfokus untuk tetap utuh meskipun dalam rentang waktu yang cukup lama.Mahasiswa dapat menyimak dengan seksama sebuah informasi sambil mendalami, keruntutan bahasanya, dan tingkat komunikasinya.
6. Istima’ al-Musykilat
Metode ini digunakan untuk meningkatkan rasa empati mahasiswa pada sesamanya. Mahasiswa dapat memahami keluh kesah mahasiswa yang lain dan menawarkan solusi edukatif dalam penyelesaiannya.


1. Al-istima’ wa al-qira’ah (mendengar dan membaca)
Disini siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang diperdengarkan dengan memilih salah satu jawaban yang ia baca pada lembar jawaban. Sebagai contoh seorang guru membacakan pertanyaan dan para siswa mendengarkannya, kemudian para siswa diminta untuk mendengarkannya, kemudian siswa diminta untuk menjawabnya dengan cara memilih salah satu jawaban yang benar dari jawaban-jawaban yang telah disediakan pada lembar  jawaban yang dapat mereka baca. Pertanyaan tersebut tidak tertulis pada lembar jawabanmelainkan hanya diperdengarkan. Sedangkan pilihan jawaban tertulis dalamlembar jawaban siswa dan siswa diminta untuk membacanya kemudian menjawabnya.
2. Al-Imla’ wa al-Istima’ (dikte dan mendengarkan)
Disini siswa diminta untuk mendengarkan sebuah teks berbahasa arab, kemudian didiktekan dengan dua atau satu kali pengulangan dan siswa diminta untuk menulis apa yag didengar. Sebenarnya model ini lebih menekankan atas latihan siswa membedakan huruf-huruf yang pengucapan dan pelafalannya serupa dan mirip. Teks yang didiktekan bisa diambilkan dari ayat-ayat al-qur’an atau dariteks lain yang berbahasa arab yang sesuai dengan materi yang diujikan.
3. Al-Istima’ wa al-Dzakirah (menyimak dan ingatan)
Pada jenis ini siswa diminta untuk mendengarkan sebuah teks yangdibacakan oleh guru atau tape kemudian siswa diminta untuk menulis kembali teks tersebut dengan menulis kembali teks tersebut dengan menggunakan redaksi atau bahasa siswa. Tujuan jenis ini adalah mengukur kemampuansiswa dalam memahami teks yang diperdengarkan dan daya ingat siswa.
4.Mengidentifikasi bunyi
Siswa diminta untuk mendengarkan dan mengidentifikasi bunyi bahasa tertentu yang ditentukan.
5.Membedakan bunyi yang mirip
Siswa diminta untuk mendengarkan rangkaian kalimat atau siswa diminta untuk membedakan dua kata atau lebih yang mempunyai bunyi yang mirip
6.Mengungkapkan kembali
Siswa diminta untuk mendengarkan teks tertentu kemudian diminta kembali mengungkapkan kembali apa yang diperdengarkan dengan bahasa mereka sendiri.

Dari berbagai bentuk dan contoh ikhtibar istima’, kebanyakan menggunakan kemampuan mendengar melalui media teks, baik narasi ataupun dialog yang diperdengarkan langsung atau melalui tape dan tes yang digunakan adalah jenis tes objektif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar