A Metode Pembelajaran Istima atau yang sering di sebut
dengan Listening
Ø
Konsep menyimak
Ø
Menyimak
Keterampilan menyimak merupakan bagian dari keterampilan
berbahasa yang sangat edealistis, sebab
keterampilan menyimak merupakan dasar untuk menguasai bahasa bahasa yang jarang
sekali di dengar . Mendengarkan atau menyimak merupakan proses menangkap pesan
atau gagasan yang disajikan melalui ujaran. Mendengarkan adalah salah satu
keterampilan berbahasa yang sangat penting, dengan membaca, berbicara, dan
menulis. Keterampilan Mendengarkan merupakan dasar keterampilan berbicara yang
baik. Apabila kemampuan seseorang dalam mendengarkan kurang, dapat dipastikan
dia tidak dapat mengungkapkan topik yang didengar dengan baik.
Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang
lisan-lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi
untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang
tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan”.
(Tarigan: 1983)
Berdasarkan pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa menyimak
adalah mendengarkan lambang-lambang bunyi yang dilakukan dengan sengaja dan
penuh perhatian disertai pemahaman, apresiasi, interpretasi, reaksi, dan
evaluasi untuk memperoleh pesan, informasi, menangkap isi, dan merespon makna
yang terkandung di dalamnya.
Sebagai salah satu keterampilan reseptif, keterampilan
menyimak menjadi unsur yang harus lebih dahulu di kuasai oleh pelajar. Memang
secara alamiah manusia memahami bahasa orang lain lewat pendengaran, maka dalam
pandangan konsep tersebut, keterampilan berbahasa asing yang harus didahulukan
adalah menyimak, sedangkan membaca adalah kemampuan memahami yang berkembang
pada tahap selanjutnya.
1 Mengetahui bunyi
pelafalan bahasa arab dan dapat membedakannya
2 Mengetahui perbedaan harkat yang panjang dan yang pendek
3 Membedakan antara huruf-huruf yang berdekatan atau
berangkap ,tasdid, dan tanwin dalam pengucapannya.
4 memperhatikan grammer pembaca
5 Mendengarkan kalimat dan mengerti kesalahan dalam jalannya
alur muhadasah pada umumnya.
6 Menemukan beberapa ibarat dan kosa kata tertentu yang
belum pernah di dengar
7 Memahami penggunaan shigat kalam yang digunakan dalam susunan
kalimat
8 mengetahui dan memahami pengunaan mu’anas ,mudzakar ,bilangan,
waktu
9 Menemukan macam perkataan pekerjaan dalam wacana secara
tepat dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar.
10 Mengambil segala
manfaat dari setiap aspek pada penghunaan sehari-hari dalam bahasa arab, dan dapat
menerjemahkan dari beberapa psikologi seseorang.
Untuk di Indonesia materi menyimak bahasa arab bisa disajikan dalam empat bagian sebagai
berikut
Ø
Bunyi harkat pendek dan harkat panjang
علم – عالم ، ضرب – ضورب
Ø
Bunyi huruf-huruf yang
sepintas mirip
س- ص ، ح- هـ ، أ-ع
Ø
Bunyi huruf yang bertasydid
هذّب - يهذّب، استقـرّ- يستقـرّ
Ø
Bunyi huruf bertanwin
هذا كتابٌ جديدٌ
1. Menyimak
Ekstensif
Menyimak ekstensif memiliki beberapa tipe sebagi berikut:
1 Menyimak sekunder
Menyimak sekunder adalah kegiatan menyimak yang dilakukan
ketika kita sedang mendengar suatu berita yang dianggap penting
4 Menyimak sosial
Menyimak sosial adalah kegiatan menyimak yang menekankan
pada faktor-faktor sosial dan tingkatan dalam masyarakat
3 Menyimak estetika
Menyimak estetika adalah menyimak apresiatif untuk menikmati dan
menghayati suatu bahan simakan, biasanya berhubungan dengan bahan simakan
sastra
4 Menyimak pasif
Menyimak pasif adalah kegiatan menyimak yang mendengarkan
suatu bahasan tanpa upaya sadar. Misalnya orang yang menyimak dan mendengarkan
pembicaraan dalam bahasa asing, sehingga lama-lama akan paham dan dapat menggunakan bahasa
tersebut. Jenis kegiatan menyimak
ekstensif yang berkaitan dengan hal-hal umum dan bebas terhadap suatu
bahasa tanpa bimbingan guru. (Tarigan 1994:35 )
2.Menyimak Intensif
Ada beberapa jenis
kegiatan menyimak intensif, diantaranya adalah:
1 Menyimak kritis
Menyimak kritis
adalah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan sungguh sungguh untuk memberikan
penilaian secara obyektif. Caranya adalah dengan
a) mengamati ketepatan ujaran pembicara,
b) mencari jawaban atas pertanyaan mengapa menyimak,
c) dapatkah penyimak membedakan antara fakta
dan opini menyimak,
d) dapatkah mengambil kesimpulan dari hasil
menyimak,
e) dapatkah
penyimak menafsirkan ungkapan, atau
majas dalam bahan simakan.
2 Menyimak
konsentratif
Menyimak konsentratif
adalah kegiatan menyimak yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk memperoleh
pemahaman yang baik terhadap informasi yang diperdengarkan. Tujuannya adalah:
a) mengikuti petunjuk-petunjuk;
b) mencari hubungan antar unsur;
c) mencari hubungan kuantitas dan kualitas
dalam sutau komponen;
d) mencari butir-butir informasi penting;
e) mencari urutan penyajian bahan simakan;
f) mencari gagasan utama bahan simakan.
3 Menyimak
Eksploratif
Menyimak
eksploratif adalah kegiatan menyimak untuk mencari informasiinfromasi baru,
tujuannya adalah:
a) menemukan gagasan baru;
b) menemukan informasi baru;
c) menemukan topik baru;
d) menemukan unsur-unsur bahasa yang bersifat
baru
4 Menyimak
Introgatif
Menyimak yang
bertujuan memperoleh informasi dengan mengajukan pertanyaan yang diarahkan pada
pemerolehan informasi Menyimak Kreatif Menyimak kreatif adalah menyimak yang
bertujuan mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas pembelajar.
Pembelajaran menyimak ada dua macam, yaitu: pertama,
menyimak untuk keperluan pengulangan. Menyimak dalam model ini menuntut
mahasiswa untuk menyimak teks kemudian mengulang dari apa yang didengarnya.
Kedua, menyimak untuk keperluan memahami teks dengan baik, dapat membedakan
mana ide pokok dan mana ide tambahan, dapat memahami alur cerita dalam teks dan
sebagainya. Strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran menyimak adalah
sebagai berikut:
1. Ta’lim
Muta’awin
Strategi ini memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk
saling berbagi hasil belajar dari materi yang sama dengan cara berbeda dengan
membandingkan catatan hasil belajar.
2. Talkhis Magza
Metode ini dapat menguji kemampuan menyimak mahasiswa
terhadap isi cerita. Jawaban mahasiswa terhadap pertanyaan (apa, bagaimana, mengapa,
kapan, dimana) yang kemudian disintesiskan ke dalam suatu kalimat singkat,
padat, dan jelas sehingga dapat menumbuhkan proses berfikir kreatif kritis
terhadap topik yang diberikan.
3. Istima’
Mutabadil
Metode ini dapat mengiringi mahasiswa untuk tetap
konsentrasi dan terfokus pada materi perkuliahan yang sedang disampaikan. Ia
berguna untuk membentuk kelompok-kelompok yang bertanggung jawab pada tugas
yang terkait dengan materi.
4. Istima’
al-Aghani
Metode ini membantu mahasiswa untuk selalu tanggap dengan
cermat, dan tepat dalam memahami dan memaknai syair dan dinyanyikan.
5. Istima’
al-Ma’lumat au al-Akhbar
Pada metode ini, konsentrasi mahasiswa akan terfokus untuk
tetap utuh meskipun dalam rentang waktu yang cukup lama.Mahasiswa dapat
menyimak dengan seksama sebuah informasi sambil mendalami, keruntutan
bahasanya, dan tingkat komunikasinya.
6. Istima’
al-Musykilat
Metode ini digunakan untuk meningkatkan rasa empati
mahasiswa pada sesamanya. Mahasiswa dapat memahami keluh kesah mahasiswa yang
lain dan menawarkan solusi edukatif dalam penyelesaiannya.
1. Al-istima’ wa
al-qira’ah (mendengar dan membaca)
Disini siswa diminta untuk menjawab pertanyaan yang
diperdengarkan dengan memilih salah satu jawaban yang ia baca pada lembar
jawaban. Sebagai contoh seorang guru membacakan pertanyaan dan para siswa
mendengarkannya, kemudian para siswa diminta untuk mendengarkannya, kemudian
siswa diminta untuk menjawabnya dengan cara memilih salah satu jawaban yang
benar dari jawaban-jawaban yang telah disediakan pada lembar jawaban yang dapat mereka baca. Pertanyaan
tersebut tidak tertulis pada lembar jawabanmelainkan hanya diperdengarkan.
Sedangkan pilihan jawaban tertulis dalamlembar jawaban siswa dan siswa diminta
untuk membacanya kemudian menjawabnya.
2. Al-Imla’ wa
al-Istima’ (dikte dan mendengarkan)
Disini siswa diminta untuk mendengarkan sebuah teks
berbahasa arab, kemudian didiktekan dengan dua atau satu kali pengulangan dan
siswa diminta untuk menulis apa yag didengar. Sebenarnya model ini lebih
menekankan atas latihan siswa membedakan huruf-huruf yang pengucapan dan
pelafalannya serupa dan mirip. Teks yang didiktekan bisa diambilkan dari
ayat-ayat al-qur’an atau dariteks lain yang berbahasa arab yang sesuai dengan
materi yang diujikan.
3. Al-Istima’ wa
al-Dzakirah (menyimak dan ingatan)
Pada jenis ini siswa diminta untuk mendengarkan sebuah teks
yangdibacakan oleh guru atau tape kemudian siswa diminta untuk menulis kembali
teks tersebut dengan menulis kembali teks tersebut dengan menggunakan redaksi
atau bahasa siswa. Tujuan jenis ini adalah mengukur kemampuansiswa dalam
memahami teks yang diperdengarkan dan daya ingat siswa.
4.Mengidentifikasi bunyi
Siswa diminta untuk mendengarkan dan mengidentifikasi bunyi
bahasa tertentu yang ditentukan.
5.Membedakan
bunyi yang mirip
Siswa diminta untuk mendengarkan rangkaian kalimat atau
siswa diminta untuk membedakan dua kata atau lebih yang mempunyai bunyi yang
mirip
6.Mengungkapkan
kembali
Siswa diminta untuk mendengarkan teks tertentu kemudian
diminta kembali mengungkapkan kembali apa yang diperdengarkan dengan bahasa
mereka sendiri.
Dari berbagai bentuk dan contoh ikhtibar istima’, kebanyakan
menggunakan kemampuan mendengar melalui media teks, baik narasi ataupun dialog
yang diperdengarkan langsung atau melalui tape dan tes yang digunakan adalah
jenis tes objektif.